Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Generatif dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA: Telaah Integratif
Abstract
The rapid development of generative artificial intelligence (GenAI) has created new opportunities and challenges for Islamic Religious Education (IRE) at the senior secondary school level. This study aimed to analyze the development of GenAI in education, map its applications in the planning, implementation, and assessment of IRE learning, identify its pedagogical, epistemic-religious, and ethical risks, and formulate principles for responsible use. An integrative literature review was conducted by searching Google Scholar, GARUDA, the Directory of Open Access Journals, Scopus, and ERIC in June–July 2025. Publications issued between 2020 and 2025 were selected based on their relevance, full-text availability, bibliographic clarity, and discussion of the uses, benefits, risks, or governance of AI in education. A total of 24 sources were included, comprising 16 journal articles as the primary corpus and eight academic books or policy and theoretical documents as supporting sources. Data were extracted into an analytical matrix and synthesized thematically by distinguishing direct evidence from IRE learning in senior secondary schools from indirect evidence derived from other educational contexts. The findings indicate that GenAI is primarily used to support instructional material development, lesson planning, alternative explanations, adaptive learning, question generation, rubric development, and preliminary feedback. However, direct empirical evidence demonstrating improvements in IRE learning outcomes remains limited. Major risks include religious misinformation and hallucination, algorithmic bias, learner dependency, academic integrity violations, privacy concerns, unequal access, and reduced independent thinking. The study concludes that GenAI should function as a teacher-supervised instructional aid rather than a substitute for pedagogical authority and religious guidance. These findings imply that schools should develop AI literacy, religious-source verification protocols, authentic assessment practices, data-protection measures, and transparent institutional guidelines to ensure that GenAI supports meaningful, ethical, and value-oriented IRE learning.
References
Author Biography
Khairatinnisa’ Humaira
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Pemanfaatan AI menawarkan peluang untuk meningkatkan efektivitas, interaktivitas, dan personalisasi pembelajaran, namun juga menghadirkan berbagai tantangan yang perlu dikaji secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan AI dalam dunia pendidikan, bentuk pemanfaatannya sebagai media pembelajaran PAI di SMA, tantangan implementasi, serta strategi optimal agar penggunaannya efektif, kritis, bertanggung jawab, dan sesuai dengan nilai-nilai pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (literature review) melalui analisis berbagai artikel ilmiah, buku, prosiding, serta dokumen kebijakan nasional dan internasional yang diterbitkan pada periode 2020–2026. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar digital, media pembelajaran interaktif, asisten guru dalam perencanaan dan evaluasi pembelajaran, serta pendukung personalized learning. Meskipun demikian, implementasi AI masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan kompetensi digital guru, validitas informasi keagamaan, risiko ketergantungan peserta didik, persoalan etika akademik, serta upaya menjaga esensi pendidikan Islam. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi AI, penguatan kompetensi digital, penerapan etika penggunaan teknologi, serta penyusunan kebijakan sekolah agar AI berfungsi sebagai media pendukung yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran PAI tanpa menggeser peran guru sebagai pendidik dan pembimbing karakter.
License
Copyright (c) 2025 Eka Sukmawati, Deni Suryanto, Khairatinnisa’ Humaira, Anisa Yasmin, Syarifah Khoirunnisa, Uswatun Nisa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

