Potensi Buah Bit (Beta vulgaris L.) Dalam Penghambatan HFE pada Kasus Anemia Metode In Silico
Published:
2026-03-31Downloads
Abstract
Anemia merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi yang disebabkan oleh rendahnya kadar hemoglobin. Protein Homeostatic Iron Regulator (HFE) berperan penting dalam pembentukan zat besi melalui regulasi sintesis hepcidin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi senyawa metabolit sekunder buah bit (Beta vulgaris L.), dengan melihat interaksi senyawa metabolit sekunder Betacyanin, Catechin, Gallic acid dengan protein HFE menggunakan pendekatan secara in silico. Metode penelitian yang digunakan melibatkan teknik penambatan molekuler (molecular docking) menggunakan perangkat lunak PyRx 0.8 dengan algoritma AutoDock Vina. Struktur 3D protein HFE (PDB ID: 1DE4) digunakan sebagai protein target, sementara N-acetyl-D-glucosamine (NAG) berperan sebagai ligand kontrol. Analisis dilakukan terhadap nilai energi bebas Gibbs (Kcal/Mol) dan visualisasi residu asam amino. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga senyawa uji memiliki afinitas pengikatan yang lebih kuat dibandingkan ligand kontrol (-3,1 kcal/mol). Betacyanin menunjukkan potensi tertinggi dengan nilai energi bebas Gibbs sebesar -4,4 kcal/mol, kemudian Catechin sebesar (-4,0 kcal/mol) dan Gallic acid sebesar (-3,6 kcal/mol). Ketiga senyawa tersebut mampu membentuk interaksi pada residu GLU383, yang merupakan lokasi aktif spesifik serupa dengan ligand kontrol. Penelitian ini menunjukkan bahwa senyawa aktif buah bit berpotensi kuat menghambat protein HFE secara spontan dan stabil, sehingga dapat dikembangkan sebagai kandidat agen anti-anemia.
Keywords:
anemia Beta vulgaris L. betacyanin druglikeness HFE in silicoReferences
[1] P. A. Nugraha and A. A. G. W. P. Yasa, “Anemia Defisiensi Besi: Diagnosis dan Tatalaksana,”
Ganesha Med., vol. 2, no. 1, pp. 49–56, Jun. 2022, doi: 10.23887/gm.v2i1.47015.
[2] J. C. Barton, C. Q. Edwards, and R. T. Acton, “HFE gene: Structure, function, mutations, and
associated iron abnormalities.,” Gene, vol. 574, no. 2, pp. 179–192, Dec. 2015, doi:
10.1016/j.gene.2015.10.009.
[3] E. Canavesi, C. Alfieri, S. Pelusi, and L. Valenti, “Hepcidin and HFE protein: Iron metabolism as
a target for the anemia of chronic kidney disease.,” World J. Nephrol., vol. 1, no. 6, pp. 166–
176, Dec. 2012, doi: 10.5527/wjn.v1.i6.166.
[4] P. Pemberian et al., “Pengaruh pemberian jus buah bit dengan peningkatan hb pada remaja
putri,” pp. 144–149, 2019.
[5] D. Székely, D. Furulyás, and M. Stéger-Máté, “Investigation of mineral and vitamin C contents
in different parts of beetroots (Beta vulgaris L.),” Not. Bot. Horti Agrobot. Cluj-Napoca, vol. 47,
no. 3, pp. 615–620, 2019, doi: 10.15835/nbha47311394.
[6] I. Gheith and A. El-Mahmoudy, “Laboratory evidence for the hematopoietic potential of beta
vulgaris leaf and stalk extract in a phenylhydrazine model of anemia,” Brazilian J. Med. Biol.
Res., vol. 51, no. 11, pp. 1–8, 2018, doi: 10.1590/1414-431x20187722.
[7] S. Elaby and J. Ali, “The anti-anemic effect of dried beet green in phenylhydrazine treated rats,”
Arch. Pharm. Sci. Ain Shams Univ., vol. 2, no. 2, pp. 54–69, 2018, doi:
10.21608/aps.2018.18735.
[8] E.-S. Sobhy, E. Abdo, O. Shaltout, A. Abdalla, and A. Zeitoun, “Nutritional Evaluation of
Beetroots (Beta vulgaris L.) and Its Potential Application in a Functional Beverage.,” Plants
(Basel, Switzerland), vol. 9, no. 12, Dec. 2020, doi: 10.3390/plants9121752.
[9] F. A. Makatita, R. Wardhani, and Nuraini, “Riset in silico dalam pengembangan sains di bidang
pendidikan, studi kasus: analisis potensi cendana sebagai agen anti-aging,” J. ABDI, vol. 2, no.
1, pp. 59–67, 2020.
[10] F. SYAHBANU, P. Giriwono, R. Tjandrawinata, and M. Suhartono, “Molecular Docking Of
Subtilisin K2 , Fibrin Degrading Enzyme From Indonesian Moromi With Fo r P ee r R ev iew On
9 |
[11] [12] [13] Fo r P ee r R iew On ly,” pp. 1–12, 2020.
Permatasari Tyas, Briawan Dodik, and Madanijah Siti, “The Relationship Between Iron
Intake and Anemia Status Among Adolescent Girls in Bogor City,” PREPOTIF J. Kesehat.
Masy., vol. 4, pp. 95–101, 2020, [Online]. Available:
https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/prepotif/article/view/935
J. Franceus and T. Desmet, “Sucrose Phosphorylase and Related Enzymes in Glycoside
Hydrolase Family 13 : Discovery , Application and Engineering,” 2020.
A. Ibeyaima, R. Loying, and P. Manna, “In Silico Research in Biomedicine Prediction of the
toxicity , bioavailability , pharmacokinetics , and Lipinski rule of 5 in the antidiabetic
compounds : A computer based investigation,” Silico Res. Biomed., vol. 1, no. May, p.
100026, 2025, doi: 10.1016/j.insi.2025.100026.
License
Copyright (c) 2026 Muhamad Alfarezi, Nadya Sabrina, Hasna Putri Ananda, Tiara Muktaviona, Rahman S. Sianu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


.png)




