Analysis of Water Quality at Way Belerang Simpur Hot Spring Tourist Site in Kecapi Village, Kalianda District, South Lampung Regency, Lampung Province
DOI:
https://doi.org/10.70211/ijesi.v1i1.131Keywords:
Hot Spring, pH, Total Coliform , Water QualityAbstract
Way Belerang Simpur is a sulfur-containing hot spring that serves as a popular tourist destination for hot spring baths. This study aims to evaluate the water quality of the spring using physical, chemical, and biological parameters. Water samples were taken from three points: the source (Point 1), the bathing area (Point 2), and the downstream flow (Point 3). The parameters analyzed include temperature, pH, dissolved oxygen (DO), odor, hydrogen sulfide (H2S), biochemical oxygen demand (BOD), chemical oxygen demand (COD), and total coliform bacteria. Standard testing methods such as mercury thermometers, pH meters, spectrophotometry, and SNI protocols were used. Results show that temperature and odor meet national standards for safe water, but pH levels were highly acidic, exceeding acceptable limits for public bathing. DO levels were adequate to support aquatic life, while BOD, COD, and H2S were within acceptable limits. The biological analysis revealed very low levels of total coliform bacteria, making the water microbiologically safe. Overall, the water quality at Way Belerang Simpur is suitable in terms of contamination levels but presents risks due to its high temperature and low pH, especially for prolonged exposure.
References
H. H., “Pengelolaan sumber daya alam berbasis kelembagaan lokal,” J. Sej. Citra Lekha, no. 1, pp. 19–32, 2011.
D. Rafiqi, “Pembaruan politik hukum pembentukan perundang-undangan di bidang pengelolaan sumber daya alam perspektif hukum,” Bina Huk. Lingkung., vol. 5, no. 2, pp. 319–339, 2021.
M. Paramita, S. Muhlisin, and I. Palawa, “Peningkatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal,” Qardhul Hasan Media Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 4, no. 1, p. 19, 2018. https://doi.org/10.30997/qh.v4i1.1186 DOI: https://doi.org/10.30997/qh.v4i1.1186
Kasman, “Sebaran dan pengolahan sumber daya kehutanan, pertambangan, kelautan, dan pariwisata geografi kelas XI,” Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS dan DIKMEN, vol. 15, no. 2, pp. 1–23, 2020.
B. Wasis, “Pertambangan, hilirisasi industri, kerusakan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan,” Res. Gate, no. March, 2024. https://doi.org/10.13140/RG.2.2.28867.78884
T. K. Agustina, “Hubungan antara air dan makhluk hidup dalam Al-Qur’an,” Proceeding of ICoPIS, vol. 1, no. 1, pp. 56–77, 2024.
A. M. Wardani et al., “Konservasi sumber daya air guna terjaganya kualitas serta entitas air baku,” Proceeding Integr. Sci. Educ. Semin., vol. 1, no. 65, pp. 441–448, 2021. https://prosiding.iainponorogo.ac.id/index.php/pisces
G. R. Jenahu, N. A. Shilva Dhivanda, and D. N. Pakabu, “Konservasi dan pengelolaan sumber daya air berkelanjutan di Kabupaten Klaten Jawa Tengah,” Pros. SEMSINA, vol. 4, no. 2, pp. 84–87, 2023. https://doi.org/10.36040/semsina.v4i2.8113 DOI: https://doi.org/10.36040/semsina.v4i2.8113
A. Khairuna, “Efektivitas penyaringan air sumur gali dengan menggunakan membran keramik berbahan tanah liat dan ampas teh,” Oct. 2022.
Syamsuddin, Nurhaidah, Juherah, and N. L. A. Indraswari, Komunikasi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. Makassar: Nasmedia, 2023, p. 73.
F. Heryono, “Studi kualitas air untuk tambak berdasarkan peraturan Kementrian Kelautan dan Perikanan RI Nomor 75/2016 di Desa Banjarpanji, Kec. Tanggulangin, Kab. Sidoarjo,” Jul. 2024.
H. C. Natalia, D. G. Harbowo, and R. Ikhram, “Potensi geodiversity di sekitar kawasan Anak Krakatau-Way Kambas, Provinsi Lampung, sebagai kandidat Geopark Indonesia,” J. Sci. Appl. Technol., vol. 5, no. 1, p. 47, 2021. https://doi.org/10.35472/jsat.v5i1.318 DOI: https://doi.org/10.35472/jsat.v5i1.318
D. Lugina, Gunung Berapi, A. Satya and I. Kurniawan, Eds., Bandung: Nuansa Cendekia, 2020. https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=1DiqEAAAQBAJ
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, “Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2017 tentang standar baku mutu kesehatan lingkungan dan persyaratan kesehatan air untuk keperluan higiene sanitasi, kolam renang, solus per aqua dan pemandian umum,” Peratur. Menteri Kesehat. Republik Indones., pp. 1–20, 2017.
J. Jurnal Pertanian Terpadu et al., “Limbah cair industri tahu dan dampaknya terhadap kualitas air dan biota perairan,” J. Pertan. Terpadu, vol. 9, no. 1, pp. 53–65, Jun. 2021. https://doi.org/10.36084/JPT..V9I1.312 DOI: https://doi.org/10.36084/jpt..v9i1.312
A. S. Gusti, “Analisis kualitas air Sungai Bengawan Solo akibat pembuangan limbah industri tahu dan tempe di Desa Laren Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan,” Jan. 2021. https://doi.org/10.30736/5ijev.v5iss2.294 DOI: https://doi.org/10.30736/5ijev.v5iss2.294
S. Yurika, “Analisis kualitas air di wisata pemandian Way Belerang Simpur Desa Kecapi Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung,” Jul. 2022.
M. S. Sabila, “Hubungan faktor lingkungan rumah dengan kejadian tuberkulosis paru pada usia produktif di wilayah kerja UPTD Puskesmas Cigeureung Kota Tasikmalaya,” 2023.
H. Kiswanto, Fisika Lingkungan: Memahami Alam Dengan Fisika, M. Syukri, M. Irfan, and I. Ridha, Eds., Aceh: Syiah Kuala University Press, 2021.
J. Wote, R. N. Palilingan, J. Rende, and J. G. N. Nusa, “Analisis karakteristik tipe fluida mata air panas di Hutan Pinus Lahendong dengan menggunakan spektrofotometri,” J. FisTa Fis. dan Ter., vol. 4, no. 1, pp. 35–40, 2023. https://doi.org/10.53682/fista.v4i1.240 DOI: https://doi.org/10.53682/fista.v4i1.240
J. Jamaluddin, I. Prabowo, and M. Maria, “Karakteristik fisik mata air panas daerah Samboja, Kutai Kartanegara,” PETROGAS J. Energy Technol., vol. 3, no. 2, pp. 51–58, 2021. https://doi.org/10.58267/petrogas.v3i2.70 DOI: https://doi.org/10.58267/petrogas.v3i2.70
T. A. Daroini et al., “Analisis BOD (Biological Oxygen Demand) di perairan Desa Prancak Kecamatan Sepulu, Bangkalan,” J. Ilm. Kelaut. dan Perikan., vol. 1, no. 4, pp. 558–566, 2020.
S. Royani et al., “Kajian COD dan BOD dalam air di lingkungan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Kaliori Kabupaten Banyumas,” J. Sains & Teknologi Lingkung., vol. 13, no. 1, pp. 40–49, 2021. https://doi.org/10.20885/jstl.vol13.iss1.art4 DOI: https://doi.org/10.20885/jstl.vol13.iss1.art4
N. Aisa, “Identifikasi bakteri coliform pada minuman serbuk di wilayah Kecamatan Soropia,” Dec. 2023. http://repository.poltekkes-kdi.ac.id
A. Febriyossa and P. Rhamadani, “Pengujian cemaran bakteri coliform dan Escherichia coli pada air minum dalam kemasan Universitas Negeri Medan, Indonesia,” Calory J. Environ. Health, vol. 2, no. 2, 2024. https://doi.org/10.57213/caloryjournal.v2i2.405 DOI: https://doi.org/10.57213/caloryjournal.v2i2.405
N. S. Nur, “Cemaran bakteri coliform dan Escherichia coli dalam es batu minuman di sekitar Taman Palem,” Oct. 2022.
R. Lamsel, “Nanang ajak masyarakat kembangkan wisata Way Belerang Simpur.”
Y. Pangkey, “Asyiknya berendam di Way Belerang Simpur, hangat dan jernih!” Accessed: Jan. 19, 2024. https://kelilinglampung.net/2020/11/way-belerang-simpur/
J. and E. P. Umar, “Karakteristik fisik dan kimia mata air panas daerah Barasanga Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara,” J. Geocelebes, vol. 1, no. 2, p. 62, 2017. https://doi.org/10.20956/geocelebes.v1i2.2291 DOI: https://doi.org/10.20956/geocelebes.v1i2.2291
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Zidni Ilman Navia, Dwijowati Asih Saputri, Yurika Septi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.





